-

  • Latest News

    Rabu, 14 Oktober 2015

    Tiga Hal Ini Akan Mengokohkan PKS Bengkulu ke depan


    Oleh : Abu Jiyad

    Menjelang Muswil 4 PKS Bengkulu perlu mengingat kembali sejarah berdirinya PKS di Bengkulu. Perjalanan panjang dengan beberapa nahkoda diantaranya Ust Salamun Haris, Ust Basuki Ali, Ust Lukman, dan Ust Dedi Haryono. Alhamdulillah mereka masih bersama PKS sampai saat ini. Kader-kader potensial perlu mengambil pelajaran dan hikmah dari mereka.
    Sekarang PKS Bengkulu memasuki gelombang kedua. Anak-anak yang sudah menjelang dewasa akan melanjutkan estafet dakwah ini. Ada beberapa hal yang perlu menjadi catatan dan pemikiran bagi para pengambil keputusan ke depan, diantaranya : 

    • Struktur yang Kokoh
    Struktur yang terjadi saat ini hanya berkisar di Kota Bengkulu dan belum bisa menjamah dari pusat kota. Padahal Provinsi Bengkulu terbentang dari Muko-Muko sampai Kaur dan dari Kota Bengkulu sampai Kabupaten Lebong.

    Saat ini, struktur dari tingkat Provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, sampai kelurahan/desa sampai pembinaan terkecil belum menggembirakan. Masih banyak kecamatan yang belum mempunyai DPC dan juga kelurahan/desa yang belum ada DPRanya. Padahal waktu terus bergulir seiring dengan nafas kita. 


    • Kader yang Solid
    Unit pembinaan kecil belum mampu membuat solusi yang mujarab. Kader masih berputar pada faham yang dangkal, pikiran yang labil, dan finansial yang macet.  Kader yang solid perlu penguatan tarbiyyah secara syumuliyyah (komprehensif) dalam buku perangkap tarbiyyah terdiri dari Liqo, Katibah, Rihlah, Mukhoyam, Daurah, Nadwah dan Muktamar.
     
    Perangkat tarbiyyah tersebut dilaksanakan secara simultan dan berkesinambungan dengan program yang menyertainya. Pembinaan kader mutlak diperlukan sejak memasuki akil baligh sampai umur tak terbatas. Untuk memperoleh hasil yang optimal, sebaiknya pembinaan dilaksanakan sejak jenjang SMP.

    Pelaksanaan pengkaderan di jenjang SMP bisa dilaksanakan dengan membuat kurikulum yang standard dan bertaraf internasional. Program pembinaan di Sekolah Islam Terpadu sebaiknya segera disesuaikan dengan grade (muwashafat) yang tercantum dalam buku panduan tarbiyyah yang terbaru. Muwashafat di setiap tingkatan tarbiyyah mengacu pada kriteria Salimul Aqidah, Shahihul Ibadah, Matiinul Khuluq, Qadirun'alal kasbi, Mutsaqqaful fikri, Qawiyyul jismi, Mujahidun Linafshi, Munazhzham fi syu'unihi, Harisun,ala waqtihi, dan Nafiun li Ghairihi.

    Muwashofat diajarkan berdasarkan jenjang tarbiyyah di tingkat pemula sampai purna. Pola pengkaderan di Sekolah Islam Terpadu diarahkan untuk mencapai tingkat kader inti setelah selesai di tingkat SLTA. Dengan selesainya pengkaderan di tingkat SLTA pada jenjang yang diinginkan, maka akan mudah bagi kader untuk mengisi pos-pos penting masyarakat, pegawai, dan mahasiswa.

    • Finansial yang cukup
    Tidak dipungkiri bahwa setiap organisasi membutuhkan dana. Kebutuhan dana yang sudah jelas pengeluaran harus diimbangi dengan pemasukan. Model iuran anggota, proposal kegiatan, bantuan pemerintah dan usaha yang halal perlu terus digalangkan. Selain itu pemasukan dana dari anggota juga perlu digencarkan. Selain sebagai kas utama, iuran anggota bisa dijadikan keterikatan pada partai. PKS harus mampu mencari terobosan baru dalam mencari dana dengan berbagai event yang diprogramkan. 

    Prinsip ekonomi perlu diupayakan dengan melakukan pemasukan sebanyak-banyaknya dan pengeluaran yang paling sedikit. Contohnya event Muswil bisa dilaksanakan dengan melibatkan tempat tinggal kader untuk menampung peserta atau simpatisan dari luar kota. Wallahua’lam





    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Tiga Hal Ini Akan Mengokohkan PKS Bengkulu ke depan Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top