-

-
  • Latest News

    Selasa, 20 Oktober 2015

    Beramal setelah Muswil 4 PKS Bengkulu

    By : Abi Jiyad Lebong

    Muswil-4 PKS Bengkulu


    Kegiatan Musyawarah wilayah sudah dilaksanakan dengan pernak-pernik yang menyertainya, semua bergembira dan bahagia dengan kepengurusan  Dewan Pengurus Tingkat Wilayah yang telah dibentuk dan dilantik. Komposisi yang ideal antara pengalaman orang tua dan semangat anak muda yang akan mnenakhodai  PKS Provinsi Bengkulu. Mereka adalah kader-kader terbaik yang ada di Bengkulu dengan berbagai latar belakang pendidikan yang berbeda.  

    Amanah yang mereka emban cukup berat karena banyak pekerjaan rumah yang segera diselesaikan, konsolidasi pengurus, pembentukan pengurus DPW, pelaksanaan Musda di sepuluh Kabupaten/kota, rekutmen kader,  perolehan suara pileg diatas 10 %, dan amanah-amanah lainya. Jika mengacu pada amanah Muswil yang telah di laksanakan di Markas Dakwah PKS yang terdiri dari 8 bagian.

    Delapan bagian tersebut dapat diringkas menjadi empat  bagian penting yakni, konsodidasi struktur, Rekutmen kader, peran anggota DPRD dari PKS, Pembinaan pengurus dan kader.

    Konsolidasi Struktur
    Konsolidasi struktur dari tingkat wilayah, tingkat Kabupaten/kota, tingkat kecamatan dan tingkat ranting. Pengurus wilayah harus terjun  kunjungan sampai tingkat kecematan, sedangkan pengurus daerah kab/kota harus kunjungan sampai ketingkat ranting  di desa/ kelurahan.  Konsolidsasi juga berkaitan dengan pembinaan pengurus/kader yang ada ditempat tersebut. Konsolidasi internal dipengaruhi cara  pandang pengurus  mengartikulasikan PKS sebagai partai dakwah  yang dirumuskan pada amanah Munas IV yang mempunyai Visi 2020 “Menjadi Partai Dakwah yang kokoh dalam berkhidmat untuk ummat, bangsa dan Negara”

    Rekutmen Kader
    Semua kepengurusan wilayah harus berperan  untuk merekrut  sesuai dengan domainnya masing-masing dan karakteristik obyek dakwahnya, tidak hanya  dilakukan oleh pembinaan kader. Tugas pembinaan kader  menerima hasil rekrutmen untuk dibina menjadi kader sesuai dengan kelasnya.  Menurut Abbas As-siisy (bukan saudaranya As-sisi) menyebutkan ada  3 manusia dalam kehidupan dunia ini :

    1.       Manusia yang berprilaku dengan akhlak islamiyyah,  (rajin beribadah)
    2.     Manusia yang berprilaku dengan akhlak Asasiyah (Tidak taat beragama dan  rangan dalam beang-tetidak terbuat maksiat),
    3.       Manusia dengan berprilaku dengan akhlak jahiliyah (Dialah orang yang tidak peduli orang lain)

    Dari  karakteristik  tersebut ada skala prioritas  yang harus kita dakwahi tanpa meninggalkan yang lainya. Manusia yang berakhlak islamiyyah, rajin ke masjid, rajin berbuat kebajikan dinomor satukan karena dia dekat dengan dakwah kita. Dakwah sesungguhnya berorientasi  menuju mengubah arah kehidupan ummat manusia, dari kebatilan  menuju kebenaran, dari kerancuan menuju kejelasan. Dan semua itu bermula dari hati. Keberhasilan dan kegagalan seorang dai tergantung dari bagaimana dapat menyentuh hati obyek dakwahnya.

    Peran Aleg PKS
    Menurut  Fahri Hamzah  dalam  buku  penjaga Nurani  dewan, politik adalah instrumen dakwah,  instrumen untuk menyempurnakan segala sesuatu yang baik di masyarakat, untuk mengeleminir  unsur-unsur yang tidak baik dimasyakat. Politik bisa menjadi salah satu jalur cepat untuk menyelesaikan masalah bangsa ini. Dengan duduk dibangku parlemen,  anggota parlemen memiliki wewenang untuk mengontrol segala hal menyangkut kebijakan pemerintah, membuat aturan,  dan mengatur anggaran negara/pemerintah.
      
    Hidayat Nur Wahid  menyampaikan bahwa bagi PKS dalam berpolitik, keberkahan adalah hal yang utama. Kemenangan bukan tujuan utama Itulah sebabnya kalau bukan lentaran pertolongan Alloh swt mustahil PKS bisa melangkah seperti ini. Sebagai partai dakwah PKS harus inklusif, karena islam meliputi empat hal ; pertama al-islam penyerahan diri  kepada Alloh sang Pencipta, Kedua al-silm yang berari kedamaian, Ketiga Al-salam  artinya sejahtera  , Keempat as-salamah yang artinya  keamanan atau keselamatan. 

    Menanggapi turunnya citra PKS akhir-akhir ini, menurutnya, karena kurangnya komunikasi kader partai ke konstituen, Kehumasan partai harus diperbaiki dan melaksanakan aksi-aksi yang kongkret untuk menjaga partai secara khusus. Peran anggota dewan jadi juru bicara partai untuk mengadvokasi permasalahan ummat dan masyarakat. Hendaknya setiap anggota dewan PKS mempunyai web, media sosial yang dapat diakses setiap saat oleh masyarakat. Dengan berkomunikasi dengan media sosial dan media massa anggota dewan PKS sudah menjadi bagian humas partai.  Amanah Musyawarah wilayah PKS IV, poin pertama yaitu meningkatnya partisipasi politik untuk memperoleh hasil yang bermartabat dan penuh berkah, dan menjadikan PKS sebagai partai papan atas dan keikutsertaan dalam pemilihan gubernur 2020, menjadi tugas utama sebagai anggota dewan PKS.

    Pembinaan Pengurus dan Kader
    Dalam buku Desain Pengembangan Kepemimpinan PKS dituangkan dari tingkat DPRa sampai Pengurus Partai Tingkat DPP dalam bentuk Diklat kepemimpinan. Fokus program Diklat tingkat DPRa samapai DPP adalah aktivitas pembelajaran yang terstuktur, yaitu untuk menyiapkan pengurus yang memiliki wawasan di level kelurahan/Desa sampai ke tingkat pusat yang disiapkan menjalankan tugas struktural, konsepsional dan manajerial partai pada level DPRa sampai DPP  dengan beberapa kompetensi diantaranya  1. kompetensi relegius (Ideologi, Nilai-nilai dan Metode Kepartaian), 2. Kompetensi profesional, Pengembangan diri, 3. Kompetensi Manajerial dan organisasi, 4. Kompetensi Humanis (Dakwah, Tarbiyyah dan sosial) 5. Kompetensi Politik (pemerintahan), 6, kompetensi Negarawan.


    Setiap tingkatan mengadakan Diklat dengan materi yang disesuaikan dengan wilayah yang menjadi amanahnya.  Setiap tingkatan memiliki bobot dan materi yang  berbeda, bobot materi untuk Struktur DPRa berjumlah 21 bobot , DPC berjumlah 47 bobot, DPD berjumlah 56  bobot, DPW  berjumlah  63 bobot dan tingkat DPP berjumlah 72 bobot.

    Sedangkan pembinaan kader berdasarkan manhaj 1433 H, berdasarkan jenjang peserta tarbiyyah. Peserta adalah seseorangyang direkrut untuk mengikuti proses tarbiyyah sesuai dengan tingkatanya. Adapun tingkatan tarbiyah terdiri dari anggota Pemula, Anggota Muda, Anggota madya, Anggota Dewasa, Anggota Ahli dan Anggota Khusus.

    Untuk mengaktualisasikan kader sesuai dengan pedoman yang diharapkan, maka dibutuhkan bimbingan intensif oleh seorang pembina. Strategi ini khususnya untuk pencapaian aspek spritual, doktrin kebenaran, dan bimbingan praktis untuk beramal secara islami, serta memberikan panduan dalam mencari ilmu secara mandiri dan penugasan.  Waktu yang diperlukan harus sesuai dengan yang ditetapkan dalam manhaj disertai Muwashofat (Penilaian) menurut jenjang tarbiyyahnya. Bisa lebih lama dari target waktu standar tetapi tidak bisa lebih cepat.  Wallohu ‘alam 

     ---------------------------------------

    Maroji'  ;
    -           8 Amanah Muswil 4 PKS Bengkulu, DPTW Bengkulu, MD DPW Bengkulu, 2015
    -          Abbas as-Siisiy, bagaimana menyentuh hati, Era Intermedia, Solo, agustus 2000
    -          Hepi Andi B dan Syaiful Anwar, Penjaga Nurani Dewan, pustaka Al-bustan, bogor    2006
    -          Badan pengembangan kepemimpinan DPP PKS, Desain Pengembangan Kepemimpinan PKS,  Tim badan Pengembang Kepemimpinan PKS, Jakarta 2012
    -          Lembaga Kajian Manhaj Tarbiyyah, MT 1433 H,  LKMT,  Jakarta, Rabiul Awal 1433 H,




    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Poskan Komentar

    Item Reviewed: Beramal setelah Muswil 4 PKS Bengkulu Rating: 5 Reviewed By: mas ugik
    Scroll to Top