• Latest News

    Jumat, 16 Oktober 2015

    Soliditas Menjelang Muswil 4 PKS Provinsi Bengkulu


    By : Abi Jiyad Lebong  


    Dan jangan kamu mengikuti orang yang hatinya telah kami lalaikan dari mengingat kami, serta menuruti hawa nafsunya dan keadaan itu melampaui batas (QS Al Kahfi 28).

    Ayat tersebut mengingatkan kepada kita untuk terus mengingat Alloh swt agar tidak mengikuti orang yang lalai dan menuruti hawa nafsunya. Orentasi orang yang mengikuti hawa nafsu akan menyebabkan disharmoni di keluarga dan masyarakat.

    Menurut Anis Matta ketidak teraturan atau disharmoni di dalam diri kita akan menyebabkan ketidakteraturan di masyarakat dan keluarga. Bila ingin melakukan konsolidasi terhadap suatu organisasi, maka kita harus melakukan konsolidasi dari diri kita lebih dahulu. Selain faktor dari dalam diri kita faktor dari luar sering juga menggerogoti soliditas PKS. Ada 5 faktor yang secara garis besar dapat mengganggu soliditas yang digambarkan Anis Matta  1. Kader-kader yang kecewa 2. Kalangan islam ideologi 3. Lapisan islam kultural 4. Kalangan Islam permisif (tidak menerapkan syariat Islam dalam kehidupan mereka) 5. Kelompok Nasionalis Sekuler.

    Lapisan-lapisan itu melakukan gempuran dengan berbagai cara. Kader yang kecewa akan membuat tudingan dengan membuat opini dan menggalang faksi-faksi serta menghimpun kekecewananya dengan konsolidasi diantara mereka bahkan membuat poros dari tingkat pusat, Provinsi sampai Kabupaten/Kota. Kalangan Islam ideologi membuat pernyataan PKS bukan Partai Islam tetapi menggunakan agama sebagai kedok saja. Kalangan islam kutural menggembosi dengan anti kunut, anti tahlilan, pencaplokan aset-aset mereka dan sebagai pesaing. Kalangan islam permisif memberi label PKS islam garis keras, wahabi dan arabisme. Sedangkan kelompok Nasionalis sekuler, jika PKS berkuasa akan menerapkan syariat islam dan mendirikan pemerintahan islam jika berkuasa.

    Gempuran tersebut memberikan dampak yang luar biasa terhadap perkembangan dan pertumbuhan PKS. Pada awal berdirinya PKS hanya mampu mendapatkan suara 1,4 % dalam kurun lima tahun berikutnya mampu meraup suara 7%. Namun sudah 10 tahun dari tahun 2004 sampai 2014 perolehan suara PKS cenderung stagnan di angka 7 %.

    Pekerjaan rumah untuk pengurus baru harus menyelesaikan konsolidasi di dalam dan di luar. Konsolidasi di dalam sangat penting untuk menunjang konsolidasi keluar. Bagaimanapun kita hidup di Bengkulu tidak bisa sendirian, diperlukan super time yang unggul dan cakap. Kita harus keluar dari sifat eklusif menuju sifat yang lebih inklusif dengan tetap pada koridor partai dakwah. Untuk konsolidasi internal kita perlu memdalami  tujuan tarbiyah secara khusus, yang terdapat dalam perangkat-perangkat tarbiyyah ikhwan antara lain :

    1. Membentuk keprbadian yang islami
    2. Mengukuhkan makna ukhuwah dalam diri anggota,
    3. Melatih diri untuk mengemukakan pendapat secara bebas atau mendengar pendapat orang lain dengan lapang dada,
    4. Memberdayakan setiap anggota agar mapu mentarbiyyah dirinya sendiri,
    5. Bekerja sama antar anggota untuk mengembangkan potensi diri dengan pelatihan,
    6. Bekerja sama antar anggota untuk memecahkan berbagai problematika dan kendala yang menghalangi aktifitas islam,
    7. Bekerja untuk mencetak calon-calon pemimpin baru.

    Untuk konsolidasi eksternal PKS harus menjadi leader di DPRD Provinsi Bengkulu. Suara PKS sangat dibutuhkan mencapai 20%. Jika diasumsikan jumlah anggota DPRD Provinsi hasil pemilu 45 orang, paling tidak PKS harus memiliki 9 wakil. Dari sembilan anggota DPRD tersebut kemudian disebar ke dapil Kota 2 orang, Dapil BU dan Benteng 2 orang, dapil Muko-muko 1 orang, Dapil Kepahyang 1 orang, Rejang Lebong dan Lebong 2 orang, Seluma 1 orang, BS dan Kaur 1 orang. Memang sangat berat tantangan untuk memenuhi target tersebut, ditengah masyarakat yang apatis dan wani piro.

    Dalam rangka mengurangi masyarakat yang wani piro, perlu dipetakan target rekrutmen dalam lima tahun ini. Hitungan secara matematika bisa dipakai untuk kalkulasi suara dengan menambah kader terbina yang tersebar di Provinsi Bengkulu. Kaderisasi memetakan angka real kader terbina di tiap kecamatan, desa/kelurahan. Jika diperlukan suara PKS untuk mencapai 20%, dihitung jumlah suara yang dibutuhkan dibagi kader terbina dan keluarga besarnya. Misalnya jumlah kader terbina 500 orang sementara suara yang di butuhkan 20.000 sehingga setiap kader harus merekrut 40 orang ini tidak realistis.

    Untuk memperkecil jarak antara jumlah kader dan jumlah suara diperlukan rekutmen menjadi 1 kader terbina berbanding dengan 10 suara, sehingga dibutuhkan 4000 kader dengan 400 murobi, dan 40 guru para murrobi. Jumlah tersebut akan menutup ongkos money politik yang sering digunakan partai lain. Selain menambah jumlah kader terbina, anggota DPR perlu merancang Undang-Undang Pemilu dan Pilkada yang berpihak kepada masyarakat. Komisi Pemilu dikembalikan ke partai yang  lolos ET dan lolos PT serta terdaftar menurut UU, sehingga diantara partai saling menjaga dan menghotmati.

    Anggota Dewan asal PKS harus mampu mebangun komunikasi dengan anggota dewan dari  partai lain. Hal ini dibutuhkan untuk membangun suatu kebersamaan dalam mendukung pembangunan daerah agar lebih baik dan terarah, sekaligus untuk membangun aliansi taktis untuk masa mendatang.

    Akhirnya merujuk pada ungkapan Anis Matta yang mengatakan  "Agenda terbesar yang selalu diingat oleh para pembina dilapangan adalah bagaimana memperluas basis massa dan memperkuat rekrutmen dalam rangka membangun real power ke depan” menjadi titik tekan poin ini.

    ------------------

     Maroji :
     -  Ali Abdul Halim Mahmud ,Perangkat-perangkat Tarbiyyah Ikhwan
     - Anis Matta,  Spiritualitas Kader(wallohu alam) 

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Soliditas Menjelang Muswil 4 PKS Provinsi Bengkulu Rating: 5 Reviewed By: Redaksi
    Scroll to Top