• Latest News

    Minggu, 09 Maret 2014

    Kisah Sedih Takziyah Ustad Salamun, Calon DPD RI No 18


    PKSBengkulu-Malam Minggu, (08/3/2014) bersama istri tercintanya, Drs.H.Salamun Haris M.Si, calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) no urut 18, menempuh kegelapan malam jalanan kota Bengkulu untuk menuju ke Kelurahan Teluk Sepang yang merupakan kelurahan paling ujung dari kota Bengkulu. Ustad Salamun, panggilannya, beserta istri ke Teluk Sepang ini dalam rangka memenuhi undangan dari penduduk setempat untuk mengisi Takziah wa Taslia atas meninggalnya bapak Khairuddin, salah satu penduduk RT 2 di kelurahan Teluk Sepang.

    Dengan menempuh perjalanan sekitar 45 menit sampai lah mantan wakil Bupati Bengkulu Utara ini dilokasi. Disambut dengan hangat oleh warga sekitar, ustad Salamun pun duduk dan bergabung dengan masyarakat yang hadir.Dalam ceramahnya, calon DPD RI ini mengajak masyarakat untuk terus mengintropeksi diri dan bertaubat kepada Allah, karena maut atau kematian itu datang tanpa disadari.

    "setiap saat kita harus selalu bertaubat, Nabi Muhamad Saw saja dalam sehari semalam bertaubat sebanyak 100 kali, apalagi kita yang manusia biasa. Kita harus lebih dari itu. Ingat kematian itu datanganya tidak kita ketahui, kematian adalah hal yang misteri, oleh sebab itu kita mesti mempersiapkan diri setiap saat, agar akhir dari hidup kita bisa khusnul khatimah bukan suulkhatimah", ujar ustad Salamun dalam ceramahnya.

    Pukul 22.00 acara takziah ini pun usai, ustad Salamun beserta istri berbincang-bincang dengan masyarakat yang belum pulang. Dari perbincangan inilah terungkap fakta mengharukan.

    "Almarhum pak Kahiruddin ini meninggalkan seorang istri, mereka tidak punya anak pak, jadi sekarang ibu Dia ini sendirian. Selama ini almarhum bekerja sebagai nelayan, beberapa minggu sebelum meninggal almarhum kena stroke", ujar salah seorang warga menjelaskan.

    "Ia pak kami cuma berdua saja, sampai almarhum meninggal kami belum punya anak. Saya juga bingung mau bagaimana, untuk takziyah hari ke-7 nanti, saya tidak punya uang. Saya punya keluarga tapi semuanya di Lampung, mereka tidak bisa kesini karena tidak ada biaya", ujar Ibu Dia yang merupakan istri dari almarhum pak khairuddin.

    Mendengar hal itu ustad Salamun dan istrinya tampak tertegun, "insyaAllah akan kami bantu untuk takziyah hari ke-7 nanti bu, saya akan ajak teman-teman saya dari PKS untuk membantu juga", pungkas ustad Salamun.

    Sepanjang perjalanan pulang Muassis Partai Dakwah ini berdiskusi dengan sang istri mengenai Ibu Dia tadi, mereka berdua sepakat akan membantu ibu Dia dengan melakukan pembinaan melalui lembaga sosial PKPU (Posko Kemanusiaan Peduli Umat) cabang Bengkulu.

    "Di PKPU itu ada program pembinaan untuk lansia, Ibu Dia nanti kita rekomendasikan saja biar bisa bantu mencari penghasilannya", ujar ustad Salamun menjelaskan kepada sang istri. (DI/da)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Kisah Sedih Takziyah Ustad Salamun, Calon DPD RI No 18 Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top