• Latest News

    Minggu, 09 Maret 2014

    Jadi Kader PKS Itu...Nggak Enak




    by
    Defie, Tim Kreatif PKS Bengkulu

    Jadi kader PKS itu nggak enak, nggak bisa ngerasain weekend. Kalo teman-teman nyang lain, pada menikmati weekend dengan bersantai ria, berleha-leha, mau bangun tidur jam berapa aja nggak masalah, wong lagi weekend kok. Nah,,, kader PKS itu waktu weekend-nya, dipake buat apel siaga atau malah gesit, gerakan silaturohim, ngunjungin warga. Kata mereka, istirahat mah cukup malam, kalo siang banyakin cari pahala.

    Jadi kader PKS itu nggak enak, pas apel siaga, maksudnya sih pengen ngeramein acara, tapi ternyata bener-bener rame, jadi sering empit-empitan di ruangan atau di lapangan. Cari tempat di depan, biar bisa ngeliat pimpinan, biar bisa denger motivasi lebih jelas, lebih berasa semangatnya, eh tahunya bagian depan dah penuh sesak, kasian.

    Jadi kader PKS itu nggak enak, kalo apel siaga yang lain, sering ngundang artis ibu kota, penyanyi dangdut, nah PKS, isinya ustadz/ustadzah, paling banter ada yang nyanyi ya grup nasyid, lagu islami, kurang menghibur euy, tapi mengademkan hati dan memotivasi semangat katanya. Hmmm, bolehlah.

    Jadi kader PKS itu nggak enak, selesai apel siaga, pulang begitu aja, nggak ada yang bisa dibawa pulang, paling paling bawa pulang bendera atau selebaran, nggak bawa pulang sembako apalagi amplop. Kan motivasi dan ilmu yang didapat lebih berharga dari yang dua entu, iya nggak sih?

    Jadi kader PKS itu nggak enak, jadwal gerakan silaturohim dapatnya siang, jadinya panas-panasan, keringetan, alhamdulillah dapat bekal air minum, ya udah, semangat aja cari rumah warga. Pas nyari, tahunya salah jalan, ketemu gang buntu, muter lagi, jalan jauh lagi, nggak papa deh, moga jauh dan lelahnya perjalanan dihitung pahala, kan niatnya silaturohim. Pas ketemu rumah warga, senangnya bukan main, berlari-lari kecil, untung aja nggak kesandung, kalo kesandung bukan aja sakit, tapi malu, wong warganya lagi nongkrong di depan rumah.

    Jadi kader PKS itu nggak enak, kalo lagi sama warga yang ramah sih enak, mau ditanya apa aja, dijelasin ini itu, mereka welcome aja, bahkan disuguhkan minuman dan makanan ringan, alhamdulillah emank pas lagi haus dan lapar, makasih ya Allah, untung nggak sampe nangis terharu di depan warga, cuma berkaca-kaca tuh mata, baik banget sih nih warga, kagumnya. Ya iyalah, wong sering juga ketemu warga yang “kurang” ramah, si kader udah masang muka semanis mungkin, meski kelihatan kusam, rada hitam, kan ceritanya tadi panas-panasan, malah dikira peminta sumbangan. Aduh, yang salah mungkin tampangnya kali. Heee.. Ya udah, sabar aja, masih banyak rumah warga yang lain.

    Jadi kader PKS itu nggak enak, masih mending mungkin ya, ditolak karena dianggap mau minta sumbangan, nih diterima tapi buat dimarah-marahin, dikata-katain ini-itu, pemimpinnya nggak amanah lah, punya istri banyaklah, dan semua kemarahan warga itu dicurahkan ke si kader, lah si kader mukanya langsung pucat, tapi tetap menguatkan diri, biar aja dah, anggap aja lagi mendengarkan curhat,  kalo dah selesai, kasih senyum, minta PKS didoakan lebih baik, terus pamit. Uh, tak kirain dah keder, tahunya masih semangat, masih lanjut cari rumah warga, katanya warga yang ramah n baik hati masih banyak. Luar biasa...

    Jadi kader PKS itu nggak enak, niat utamanya silaturohim, blusukan gitu, dianggap cari muka, padahal dah punya muka, koq dibilang cari muka? Hmmm.. Pulang-pulang dari rumah warga, ditanyain amplop, amplop nyang isinya uang. Aduh, mana punya dia, amplop surat mah ada. Trus warganya bilang, kalo nggak ada amplop, nggak bakal milih PKS. Lagi-lagi si kader senyum, lalu mohon pamit. Nambah nih tugas, gumamnya, mencerdaskan masyarakat dan tentu mensejahterakannya, PKS bener-bener mesti maju buat memimpin negeri, biar masyarakat nggak tergoda dengan politik uang dikarenakan kondisi mereka yang belum sejahtera. Memikirkan itu, dia manggut-manggut, untung bukan dikira lagi dugem.

    Jadi kader PKS itu nggak enak, sering dihujat, dijatuhkan, kadang termakan hujatan, kadang kuat, katanya biar Allah yang menilai, yakin Allah akan membantu, percaya Allah akan memenangkan yang haq, berikan saja CINTA, teruslah BEKERJA, agar HARMONI segalanya.

    Apa sih enaknya jadi kader PKS? Hmmm, you know, enaknya sesuatu itu, nggak akan kerasa kalo kita nggak tahu dan nggak ngerasain langsung.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Jadi Kader PKS Itu...Nggak Enak Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top