• Latest News

    Kamis, 20 Maret 2014

    Jebakan Politik PKS


    PKSBengkulu-Pembelajaran yang didapat dari pengalaman, terkadang lebih bernilai dari pengajaran yang didapat dari teori-teori, ceramah dan buku. Sebuah kejatuhan, bukanlah kejatuhan manakala bisa mengambil pelajaran dari apa yang menimpa, menjadi petunjuk untuk orang-orang dibelakangnya. Kemenangan Badar mungkin terasa lebih berharga bagi para Sahabat, sedang kejatuhan Uhud lebih bernilai bagi pembelajaran kita.

    Dulu di awal-awal mengenal komputer, ketika menjumpai file dengan nama yang menarik di flash disk, membuat penasaran, dan biasanya langsung dibuka. Bukan apa-apa yang didapatkan, malah komputer kemasukan virus.

    Bagi yang belum berpengalaman di Facebook, ketika menjumpai foto screenshot yang berisi trik-trik menarik seperti cara mengetahui password FB teman, cara mengetahui isi inbox teman, cara mengganti Facebook Sport, tema Facebook, emoji, warna-warni dan mengetahui pengintip profil, tentu akan merasa beruntung. Akibat menjalankan trik tersebut status FB dihack orang, dipakai untuk tujuan tidak baik dan merusak reputasi.

    Berbunga-bunga, itulah yang terjadi dalam hati seorang kader PKS manakala disuguhkan informasi dari beberapa media dan LSM anti korupsi, menyajikan data yang sangat menggembirakan, bahwa PKS adalah partai yang paling sedikit tersangkut masalah korupsi.

    Wajar, dalam kondisi suasana para kader sedang shok, ketika partai ini dipersepsikan identik dengan korupsi, seolah menyandang predikat sebagai partai terkorup. Sejelek itukah? Meski tahu bahwa partai ini juga merupakan kumpulan manusia, bisa salah dan bisa tergelincir, suatu saat perlu diingatkan dalam menapaki perjalanan yang kian samar, abu-abu, bahkan gelap, sebuah kekhawatiran akan integritas yang luluh. Namun ada rasa yang tidak bisa dimengerti, semua yang ditimpakan itu tidak tulus, tidak lurus, meski diatasnamakan penegakan hukum.

    Meski seorang kader, loyalitas dan kepercayaannya bisa goyah, tetapi kezhaliman dan kejanggalan yang dirasakan justru membuatnya tetap tegar dan melawan. Namun yang menjadi ganjalan, persepsi publik di luar sana, opini yang terbentuk di luar, telah seburuk itu.
    PKS masih merupakan partai terbersih! Informasi ini menjadi suntikan moral. Tanpa berpikir panjang melihat sumbernya, para kader menyebarkan informasi tersebut melalui berbagai media, jejaring sosial dan website dengan antusias.

    Pihak-pihak dan media yang merilis data PKS sebagai partai terbersih, yang dulu paling bernafsu mem-bully PKS, tendensius, tanpa ada lagi obyektifitas. Bukankah dulu, ketika mem-bully PKS, kebaikan apapun tentang PKS ditutup rapat sedemikian rupa? Sebaik itu sekarang, jujur terhadap PKS, berbalik arah?

    Tidak, politik bukan tempat seperti itu, bukan tempat tolong menolong, bukan tempat saling memberi dan bukan tempatnya berbaik hati. Gelanggang politik adalah sebuah kompetisi yang pelik, tentang intrik dan strategi, banyak umpan dan jebakan, hingga kebanyakan pemain tak sempat mengerti permainan apa yang sedang berlangsung, terkadang permainan terlanjur usai sementara ia belum sempat memulai. Apa yang dibangun dengan susah payah, bisa lenyap dalam sesaat. Betapa banyak kadal yang dikadali, tergantung siapa yang bisa bermain cantik.

    Kontribusi kader di PKS luar biasa, membuat pasukan cybernya mendominasi dunia maya. Kebesaran ini yang kemudian dititipi pihak-pihak tertentu untuk kepentingan mereka. Keluguan kader PKS inilah yang dimanfaatkan pihak tertentu untuk menjatuhkan lawan politik mereka, memakai tangan-tangan lain, sekaligus juga ada hal-hal yang bisa menyulitkan posisi PKS di kemudian hari akibat ambil bagian dalam permainan ini. Mengail di air keruh, sebuah permainan adu domba.

    Para kader itu berpartisipasi atas inisiatif mereka sendiri, secara mandiri. Dari sinilah ada celah yang menjadi sisi kelemahan dan dilihat pihak lain. Dari sinilah terlihat betapa pentingnya suatu arah gerak pasukan yang efektif, bukan hanya besar jumlahnya semata.

    Mungkin saat ini, kepolosan dan keluguan ini tak ada nilainya di mata para rival politik, tapi ketulusan dan iktikad baik inilah yang menjadi sandaran untuk berharap pada Sang Penguasa alam semesta untuk sebuah cita indah tentang negeri ini dan dunia. Para rival itulah yang lebih mengerti tentang mutiara ini, mereka yang membuat headline-headline miring, mereka yang merusak atribut kita, semoga suatu saat merekalah yang mengabarkan kepada dunia tentang mutiara kita. Wa makaru wa makarallahu, wallahu khoirul makirin.

    Kepada pihak yang merasa dirugikan dengan penyebaran data tersebut, hendaknya menilai kepada pihak yang merilisnya pertama kali, kepada sumber awalnya. Kepada anda semua, anda berhak menilai tulisan ini, hanyalah sebuah opini.

    Wallahua’lambishawwab

    Oleh: Muhamad Fauzi / Kompasiana
    *sumber pksnongsa.org
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Jebakan Politik PKS Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top