• Latest News

    Senin, 03 Maret 2014

    Ibunda Ustadz Syahfan Tutup Usia

    KELUARGA besar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berduka. Ibunda anggota DPR RI asal Dapil Bengkulu Drs. H. Syahfan Badri Sampurno, Hj. Choiriyah tutup usia pukul 21.36 WIB malam ini (2/3/2014) di Rumah Sakit Puri Cirene, Depok, Jawa Barat.

    Almarhumah meninggalkan 12 orang anak, 10 orang menantu dan puluhan cucu dan cicit. Kepergian Choriyah menghadap ilahi pada usianya ke-81. Syahfan sendiri merupakan anak ke-8 dari 12 bersaudara. Ia begitu kehilangan dengan kepergian sang bunda, namun ia tetap tabah, karena setiap umat akan sampai kepada ajalnya masing-masing, seperti janji Allah SWT.

    Tak cukup bagi Syahfan, andai seluruh tinta dan kertas yang ada di penjuru dunia ini digunakan untuk menulis kenangan indah dan kasih sayang bunda kepada dirinya dan keluarga. Ketika ia dikabari keluarga dari Depok ibunya sudah melewati masa sakaratul maut yang insya Allah khusnul khotimah, saat Syahfan sedang bersilaturahim di Lingkar Barat, Kota Bengkulu. Tak terasa, air mata Syahfan pun tumpah membasahi pipi.

    Kesedihan Syahfan tak dapat disembunyikannya di hadapan puluhan warga serta sahabat-sahabatnya ketika itu. Di balik itu, Syahfan begitu tegar, namun seketika pula teringat hangat di benaknya tentang nasihat bunda. “Banyak sekali nasihat ibu buat kami anak-anak dan cucu-cucunya. Yang paling mendalam, ini; orang yang paling merugi adalah orang yang bangun pagi kerja sampai malam hanya untuk kepentingan dirinya sendiri,” ungkap Syahfan menirukan perkataan sang bunda.

    Di dalam sanubari Syahfan pun begitu terngiang saat ibunya begitu gigih berda’wah. Ibunya fungsionaris Muhammadiyah dan Aisiyah, pernah berjuang mati-matian membangun madrasah. Ketika  kecil, Syahfan kerap dibawa bunda ke kegiatan-kegiatan da’wah. Sering kali sambil berceramah, ibunya mengendong Syahfan kecil.

    “Ibu pernah ke sini (Bengkulu, red) tahun 1992 saat anak sulung kami lahir. Waktu itu kami tinggal di Jalan Flamboyan I Simpang Sekip, tempatnya di dekat rumah Pak Kausar Amir tokoh dari Kinal, Kaur,” tutur Syahfan mengenang ibunya.

    Syahfan sangat hormat dan sayang kepada sang bunda. Belum lama ini, ia pernah membatalkan diri menghadiri rapat dengar pendapat dengan Menteri Komunikasi dan Informasi Ir Tifatul Sembiring di gedung DPR RI Senayan Jakarta. Itu karena ia ingin menemani sang bunda untuk di rawat di rumah sakit.

    “Ibu meninggal setelah 2 kali di rawat di rumah sakit. Saat dirawat pertama itu, saya menemani ibu, saya harus tidak hadir ke DPR. Kemudian ini, Allah memanggilnya jam 9 malam ini setelah dirawat sejak jam 4 sore tadi,” tuturnya.

    Tadi malam pula, Syahfan yang masih di Bengkulu karena tak ada penerbangan pesawat malam dari Bandara Fatmawati Bengkulu ke Jakarta, Presiden PKS HM Anis Matta, Lc menelponnya menyampaikan bela sungkawa. Dari balik telepon, Anis Matta mengatakan, ia masih dalam perjalanan dari Bandung ke rumah duka. “Saya insya Allah besok pagi tiba di rumah. Saya masih di Bengkulu sekarang,” kata Syahfan kepada Presiden PKS.

    Sementara itu, ayah Syahfan, Mayor TNI (Purn) Abdul Manan Badri meninggal dunia tahun 1996 lalu. Ia pun teringat pesan-pesan sang ayah soal pendidikan kedisiplinan dan menghargai waktu.

    Syahfan sendiri diketahui sudah menjadi bagi yang tak terpisahkan dengan masyarakat Provinsi Bengkulu. Sejak 1991, ia bersama istri mengabdi untuk masyarakat, istrinya sebagai dokter Puskesmas Linau, Kaur. Setelah itu ke Puskesmas Tais, Seluma. Kemudian lagi ke RSMY Bengkulu. Kiprah da’wah Syahfan di bumi Raflesia dirintisnya sejak puluhan tahun silam itu. (DI)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Ibunda Ustadz Syahfan Tutup Usia Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top