• Latest News

    Selasa, 04 Februari 2014

    Banjir oh Banjir

    Semua media masa yang ada di negeri ini memberitakannya, baik media elektronik, media cetak dan tak ketinggalan social media pastinya. Banjir bukan hal yang tabu lagi bagi rakyat Indonesia. Hampir setiap tahun ia pasti menjadi problem di negeri kita. Bukan saja rumah-rumah warga yang didatanginya, Istana presiden pun tenggelam juga. Inilah realita negeri kita. Tak lama setelah 4 hari banjir itu pergi, sekarang  Jakarta tenggelam lagi. Apakah ini pertanda, bahwa alam tak mau lagi bersahabat dengan kita ? ataukah dosa-dosa kita sudah sedemikian banyaknya, hingga banjir menjadi sahabat Jakarta. Apakah kita menutup mata ? ini realita saudara. Bukan kata-kata tanpa makna.

    Sudah saatnya kita buka mata. Taukah anda wahai saudara? Banjir hadir bukan tanpa masalah. Masyarakat tersiksa,  pemerintah rugi besar,berita berkata pemerintah mengalami kerugian 12 triliun,  apakah ini biasa ? apakah ini tak membuat kita bangkit dan bersegera bertaubat atas dosa-dosa kita.banjir tak datang tanpa masalah. Ia datang karena kita mengundang dengan kebodohan kita. Kita mengundangnya dengan prilaku hewaniah kita. Taubat-taubat saudaraku.

    Kongkalikong pengusa dan pengusaha turut serta mendatangkan banjir ke Jakarta. Dengan alibi  PAD, mereka komersilkan semuanya. Rakyat tersiksa tak apa. Asalkan mereka sejahtera. Andai saja, mereka tak serakah . masyarakat tak kan tersiksa. Hujan dan airnya adalah keberkahan bagi dunia. Ia tumbuhkan apa yang hilang, ia hadirkan kesuburan pada kegersangan. Ia datangkan kesejukan saat kedahagaan. Ah betapa indah jika mereka , pengusaha dan penguasa tak serakah.
    Mari saudara, kita hapus kelamnya sejarah. Hapus susah duka, demi Indonesai sejahtera. (irul)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Banjir oh Banjir Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top