• Latest News

    Selasa, 15 April 2014

    "Bagaimana Anis Matta Memimpin PKS di saat Krisis" by @Fahrihamzah


    Twit @Fahrihamzah
    (13/4/2014)

    Saya ingin lanju Tweet: #PKSbersyukur melanjutkan #PadaKemanaSekarang ...

    Pandangan saya tentang apa yang PKS hadapi itu netral..

    Netral dalam pengertian bahwa wajar kalau kelompok saling serang..

    Dalam demokrasi, itu kesadaran kunci bahwa manusia itu kompleks dan konflik..

    Bahkan manusia konflik dengan dirinya sendiri apalagi antar kelompok..

    Karena itu demokrasi menawarkan cara mengatasi konflik secara dewasa...

    Karena itu PKS sadar kalau diserang atau bahkan ingin ditiadakan..

    Karena itu wajar kalau PKS juga punya musuh...

    Dari yang salah paham sampai yang salah jalan...

    Saya tidak maksudkan itu adalah sebuah korporasi media...

    Saya tak maksudkan itu sebuah kelompok peneliti...

    Saya tak maksudkan juga partai politik atau negara...

    Tapi kalau ada yang merasa dipojokkan saya minta maaf..

    Kalau ada yang merasa dipojokkan mungkin benar...

    Tapi seperti itulah perasaan sebagian kami juga di PKS...

    Kami tidak anti ilmuwan sosial...

    Justru ilmuwan sosial perlu menengok sedikit bagaimana dapur kami...

    PKS bekerja dengan prinsip yang sangat ilmiah....

    Dapur kami meracik teori2 baru tentang fakta sosial..

    Para ilmuwan di Indonesia perlu membaca buku #gelombangke3..

    Karya Presiden PKS @anismatta ini salah satu landasan kami bergerak..

    Kami sangat sadar dengan realitas baru Indonesia...

    Dan dalam terobosan kampanye kami ini sudah diaplikasikan...

    Tapi yang sangat disayangkan dari mereka yang berkeyakinan PKS akan berakhir..

    Mereka tidak saja salah tetapi melakukan tindakan penggalangan yg curang..

    Dalam masa2 sulit itulah kepemimpinan baru bangkit..

    Presiden @anismatta yang ditunjuk Aklamasi mengganti LHI menyusun rencana..

    Pesimisme luar biasa...moral kader berada di titik terendah...

    Kita tahu PKS adalah partai kader...jika kader hancur maka habislah PKS...

    Moral inilah yang ambruk yang dicoba bangun kembali oleh Presiden @anismatta..

    Kenyataan ini juga dipahami oleh mereka yang berkehendak tidak baik...

    Dan akhirnya merata perasaan terpukul itu oleh kampanye hitam yang gelap..

    Bukan cuman kader PKS, kami merasa bahkan akibatnya juga ke simpatisan..

    Basis Islam secara umum termakan oleh sentimen negatif...

    Dapat dibayangkan bagaimana membangkitkan semua yang sudah tumbang?

    Dan kerja ini dibawah komandan Presiden @anismatta sukses..

    Bagaimana @anismatta melakukannya nanti saya lanjutkan...

    ***

    (Twit 14/4/2014)

    Saya lanjutkan lagi Tweet: #PKSbersyukur. Kali ini tentang bagaimana @anismatta memimpin krisis.



    Rabu, 30 Januari 2013 adalah waktu yang tak saya duga.

    Saya sedang bersama beberapa anggota DPR mengikuti pertemuan GOPAC di Manila.

    GOPAC adalah Global organization of parliamentarian Against corruption.

    Ini adalah organisasi yang di Indonesia dipimpin oleh bapak @pramonoanung

    Di tengah diskusi tentang bagaimana mengakhiri korupsi saya menerima kabar.

    Presiden PKS, Lutfi Hasan ditangkap KPK.

    Saya tidak mengerti mesti bereaksi apa. Karena jauh. Tapi malam hari, saya menerima perintah untuk balik.

    Besok @anismatta akan dilantik menjadi Presiden PKS yang baru.

    Saya meminta izin kepada panitia bahwa saya akan pulang lebih awal.

    Dan saya tiba di DPP PKS persis saat Presiden baru @anismatta akan berpidato.

    Itu adalah pidato berkesan dan semua orang di ruangan itu menangis.

    Sampai sekarang, saya tidak mengerti kenapa kami terharu.

    Mungkin karena kami di PKS mengalami sesuatu yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.

    Seperti orang ditinggal kematian atau perpisahan. Ada kepedihan. Entah dimana.

    Karena ini Sesuatu yang langka dan mustahil bagi PKS terjadi.

    Jarak moral kader dengan apa yang terjadi memang sangat jauh.

    Bayangkan Presiden partai ditangkap dengan tuduhan korupsi.

    Inilah yang membuat shock dan memukul sangat keras. Hari-hari itu adalah hari-hari malu.

    Malu kepada semua yang pernah kita katakan. Bukankah partai ini sangat sarat dengan ajaran moral?

    Justru itulah masalahnya. Apalagi setelah kasus pemeriksaan berjalan. Mengalir sampai jauh...

    Tentang asmara dan percintaan yang tak ada kaitannya dengan perkara.

    Tentang nafkah keluarga yang disiarkan sebagai aliran dana haram.

    Tentang percakapan rahasia suami-isteri yang menjadi menu sarapan.

    Inilah sandiwara yang Adalah pukulan bertubi-tubi yang hampir mematikan.

    Tetapi Alhamdullilah, Aklamasi memutuskan @anismatta sebagai Presiden PKS adalah tepat.

    Presiden @anismatta adalah sekjen sejak awal partai berdiri.

    Secara organisasi dialah yang paling paham jeroan partai.

    Tapi selama jadi sekjen, @anismatta sangat menikmati kerja di dapur.

    Baginya amanah jabatan jangan dikejar dan Baginya kapasitas lebih penting dari posisi jabatan.

    Maka, ketika secara Aklamasi dia ditunjuk, dia mengingatkan yang memilih.

    "Saya juga ada masalah, apakah saya tidak akan jadi beban?" Tanyanya.

    Semua yang hadir meyakinkannya. Dan bismillah ia dilantik.

    Dalam pidatonya ia mengajukan 3 syarat jika ingin lulus ujian ini.

    Tawakal kepada Allah, Soliditas ukhuwwah dan kerja keras.

    "Hari ini, tidak ada lagi waktu untuk tidur", teriaknya. Tatajafa junubuhum anil madhoji'...!!

    Pidatonya menggelegar di seluruh negeri. Moral kader dibangkitkan dengan ayat-ayat ilahi.

    Kisah-kisah ilahiyah diangkat ke permukaan menjadi hikmah .

    Dan kader serta simpatisan diajak dalam kesadaran yang penuh.

    "Inilah saat kita memandang diri kita dengan cara baru." "Jangan2 memang kita banyak salah dan perlu evaluasi."

    "Pelajaran ini sangat berharga dan merupakan sayang Allah pada kita." "Sekarang mari mengubah strategi."

    "Pencitraan takkan lagi berfungsi. Kita perlu masuk ke hati publik."

    "Datanglah dan jadikanlah rumah masyarakat sebagai rumah kita."

    "Tampil lah apa adanya karena memang kita apa adanya."

    "Dari dulu kita begini dan tidak ada yang berubah kecuali Kemampuan melayani."

    "Rasakan respon publik kepada kita lalu pegang lah dada kita."

    "Sekarang, apakah ada gemuruh kemenangan di dada kita?"

    Itulah akhir pidato yang selalu didengungkan... Kader bangkit dan mesin partai menggeliat.

    Hanya dalam setahun, @anismatta memimpin sebuah rute yang rumit.

    Ia mengumpamakan dengan kisah nabi yusuf :masuk sumur dan dari keluar sumur menuju istana.

    Sekarang, setelah pemilu dan ketika suara sedang dihitung. Kita bersyukur bahwa PKS bertahan. #PKStidakMati #PKSbersyukur

    Semuanya karena karunia Allah penguasa alam semesta. #PKSbersyukur#PKStidakMati

    Tak ada rencana yang jalan. Kecuali mendapat ijin dan restu dariNya. #PKSbersyukur

    DPP PKS dibawah Presiden @anismatta telah berupaya keras.

    Dalam keadaan sulit ketika semua orang diyakinkan bahwa PKS habis.

    Maka capaian yang ada sekarang adalah prestasi di bawah cibiran.

    Saya merasa bagaimana kawan-kawan pergi meninggalkan kita.

    Kita seperti terpojok sendiri tanpa kawan.

    Dalam keadaan seperti itu pimpinan kita membesarkan jiwa kita.

    Orang2 yang paham organisasi akan paham apa yg PKS lakukan.

    Persis setelah #PutihkanGBK seorang kawan saya mengabarkan.

    "Ri, orang2 kaget mereka kira partai lo akan mati."

    Dan betul #PKStidakMati bahkan bikin kejutan. Ke depan PKS akan terus bikin kejutan. Insya Allah.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: "Bagaimana Anis Matta Memimpin PKS di saat Krisis" by @Fahrihamzah Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top