• Latest News

    Minggu, 26 Januari 2014

    Palestina, hujan telah Berdarah


    Palestina, Hujan telah Berdarah
    Oleh : Sukma Angraini


    Engkau bukan saja kucuran cerita, bukan pula hadir karena catatan sejarah,
    hujan -di negeri kami- hiasi tanaman, di negerimu tumbuhkan generasi masa depan
    walau zaman menutup mata penguasa, di dadaku tetap percaya
    langit tidak tertawa canda…
    Batu-batu kecil  di sini campuran bangunan,
    sedang kisahmu mampu mengubahnya jadi senjata.
    Hujan tak lagi berasa tawar, entah apa rasanya…

    Palestina,
    Engkau corak miniatur peradaban,
    air mataku tak sepadan dengan air darah di negerimu, luka kecilku
    tak ada nilainya dibanding tubuh-tubuh yang hancur.
    Hujan rudal yang selalu mengejutkan jantung mereka, peluh keringat
    lelahku masih terbayarkan akan sebuah kata balas jasa,
    nilai juang mereka? tak perlu balasan emas permata

    Palestina,
    Engkau negeri para syuhada…
    Kondisi hujan di negerimu, tiap tahunnya lahir sekian banyak penghafal Al Quran,
    di negeriku bisa dihitung dengan bilangan puluhan…
    engkau bukan saja kisah indah dalam sejarah,
    atau akhir cerita yang telah ada skenarionya…
    Batu-batu kecil itu, suatu saat akan mengubah gejolak hujan di negeriku,
    adalah suatu tingkatan mesranya persaudaraan…

    Palestina, air mataku (bukan) darah
    Yang kulihat dari setiap kisahmu adalah nilai syurga
    Kemana pasangan mata penguasa? ataukah retorika semata,
    Deklarasi bagimu adalah ketakutan bagi mereka

    Palestina, walau air mataku bukan darah…
    Aku ingin membaca rintik hujan di negerimu,
    Tak perlu menunggu mafhum baru terbakar semangat ini...
    Tak perlu menunggu air di negeriku menjadi hujan rudal laksana di negerimu
    Tak perlu menunggu, tak perlu menunggu…
    Entah seberapa besar cinta Palestina di dada kami pemuda Indonesia,
    Air mata, inginku deklamasikan rintik hujan di negerimu dengan sayatan-sayatan sajak,
    Sekedar menyentak dada ini untuk mencintaimu, bukan di lisan saja.
    Palestina, hujan telah berdarah, merah dan mulia…

    Bengkulu, menjelang Maghrib (14 September 2011)

    Juara III Penulisan Puisi Tingkat Nasional
    Tema : Menuju Palestina Merdeka : Sumbangsih dari Indonesia
    Kerjasama FLP Depok dengan Kajian Zionis Internasional (KaZI)
     

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Palestina, hujan telah Berdarah Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top