• Latest News

    Rabu, 29 Januari 2014

    Cinta | Kerja | Harmoni Bukan Sekedar Jargon Politik

    Pada pelaksanaan Pemilu 2014, ada yang berbeda pada Partai Keadilan Sejahtera Karena mengubah Jargon yang dulunya Bersih, Peduli dan Profesional berubah menjadi Cinta, Kerja, dan Harmoni, dan mendapatkan nomor urut 3 yang sesuai dengan cita-cita PKS dalam pemilu kali ini yaitu Ingin menjadi Partai Pemenangan pemilu dan masuk 3 besar yang itu bisa jadi Partai pemenang pemilu.
    Ketika saya pikir-pikir dengan Jargon PKS kali ini sangat lain dengan Jargon partai lain yang semuanya menjual Jargon yang isinya Muatan Politik yang sangat kuat sekali bahkan ada yang kurang kreatif dengan mengadopsi Jargon PKS yang Lama yaitu Bersih, Peduli, dan Profesional, dan itu tidak menjadi subtansi pembahasan kita karena pengadosian itu sah-sah saja atau mungkin kurang kreati “Bisa Jadi”.
    Saya ingin mengarahkan Fokus pada Jargon PKS baru ini yaitu Cinta, Kerja, dan Harmoni ini, jika kita lihat kalau Kerja jelas behubungan dengan Politik, akan tetapi apa hubungannya Cinta dengan Politik dan Harmoni ini ? dan ini membuat saya tertarik untuk sedikit membahas Jargon PKS yang baru ini.
    Kita mulai dengan kata pertama yaitu Cinta, sesuai dengan penjabaran dari Anis Matta selaku Presiden PKS mengatakan bahwasanya Cinta ini adalah merupakan pendekan konstituen dengan sentuhan tangan manusia dan karena masyarkat Indonesia ini merupakan kental akan spiritual, hingga seharunya perpolitikan diindonesia harus diubah dengan adanya Cinta karean perpolitikan Indonesia selalu menjadi tempat untuk mengintimidasi lawan politik hingga Cinta pun Hilang dengan sesama.
    Saya rekomendasikan Lagu Iwan Fals “Jika Cinta Sudah dibuang, Jangan Harap Keadilan Akan Datang”, saya rasa ini sudah mewakili arti Cinta pada Jargon PKS yang baru karena selama ini Keadilan menjadi prilaku yang mahal karena diindonesia seakan-akan kehilangan keadilan yang contoh kecilnya dalam Penegakkan hukum yang tebang pilih dan memutuskan perkara Hukum entah berdasarkan atas dasar undang-undang atau tidak.
    dan Cinta ini dibuktikan oleh perjuangan PKS kepada Indonesia adalah adanya kepedulian kader-kader PKS terhadap Bencana atau hal yang serupa karena itu merupakan kecintaan PKS kepada sesame, dengan rasa cepat tanggap ketika terjadi bencana dan itu pun terbukti ketika ada bencana diindonesia pasti PKS terdepan dari partai-partai lain, dan saya rasa argument saya ini tidak ada yang bisa bantah karena semua orang mengakui KeCintaan kader-kader PKS kepada Indonesia.
    Selanjutnya adalah Kerja yang merupakan kata Kedua pada jargon PKS, saya ingin mengatakan bahwasanya masyarakat Indonesia itu memiliki Semangat Kerja yang luar biasa, sesuai dengan diungkapkan Ust Anis Matta menjelaskan Arti dari kata “Kerja” ini adalah semangat yang dimiliki masyarakat Indonesia keseharian.
    Dan ketika kita berbicara Kerja PKS adalah suatu hal yang sesuai dengan apa yang dilakukan oleh kader-kader PKS dilapangan, walaupun kita ketahui kerja-kerja mereka jarang diliput Media, akan tetapi Kerja mereka dirasa langsung oleh masyrakat dari pada kerja kosong dilakukan pihak lain dengan pencitraan di media Elektronik atau Cetak.
    Kita ketahui PKS melakukan Silaturahmi ke rumah-rumah warga untuk bersilaturahmi dan ini dilakukan oleh seluruh kader PKS, mau ia seorang Profesional, Anggota Dewan, hingga Petinggi PKS, semua melakukan kegiatan kunjungan kerumah-rumah Warga untuk bersilaturahmi.
    Kerja PKS pun diakui oleh semua pihak karena kesungguhan untuk membantu bukan karena pencitraan atau pun Karen ad aiming-iming tertentu, melainkan PKS karena Cinta pada masyarakat dengan mengaplikasikan dengan Kerja nyata pada masyarakat hingga mereka merasakan langsung kerja-kerja PKS.
    Yang terakhir dan menutupi semuanya adalah “Harmoni” yang dijelaskan oleh Mantan Wakil Ketua DPR Ust Anis Matta adalah adanya langkah natural masyarakat Indonesia yang dilihat dari demographys dan Geografis, dan Bung Karno pun sudah menjelaskan tentang jargon Gotong Royong.

    Dan ini melihat harus adanya harmoni dari semua masyarakat Indonesia, ketika kita memilkiki Mimpi yang sama untuk memajukan Indonesia dengan adanya Cinta, Kerja dan hubungan Harmonis dari itu semua, dan cita indoesia akan terwujud bukan pada Presiden dan Mentri-mentrinya saja melainkan Menjadi Otak, Pikiran dan Tulang Punggung Indonesia maka itu Cita-Cita Indonesia akan terwujud sesuai dengan teori Gelombang Ke-3. (Jda/Pks_Bkl/3Besar)

    Penulis : Juanda
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Cinta | Kerja | Harmoni Bukan Sekedar Jargon Politik Rating: 5 Reviewed By: Rakyat Bangka
    Scroll to Top