-

-
  • Latest News

    Selasa, 10 November 2015

    Pahlawan dalam Sajak : Ustadz Juru Dakwah dan Kiyai Kampung

    Oleh : Ibnu Abdussalam


    Ilustrasi seorang da'i sedang mengajar


    Tuan, tahukah engkau dimana matahari tenggelam saat cahayanya redup temaram?
    Atau tahukah engkau di ufuk mana sang surya mengintip dalam remang?
    Aku yakin engkau tak sempat menikmatinya.

    Tuan, ketika malam menjelang, tahukah engkau betapa purnama begitu indah merajai angkasa?
    Dan bintang gemintang kemerlip menghias langit yang mempesona?
    Aku yakin kaupun tak sempat menikmatinya.

    Tuan, tahukah engkau betapa semilir dan sejuk hembusan angin di atas bukit dan di puncak-puncak gunung?
    Dan betapa indahnya memandang barisan gunung yang menjejak bumi dan  padang rumput yang menghampar indah?  Apalagi hamparan pasir putih yang dirayu ombak kecil di tepi pantai yang menghadap samudera?

    Aku yakin waktu khususmu hampir tak pernah sama sekali ada untuk menikmatinya.

    Tuan, hari-harimu padat bermakna. Detik-detik waktumu adalah kumpulan amal-amal nyata.

    Bahkan hampir sebagian besar dari seluruh harimu kau gunakan dalam dakwah dan perjuangan di jalan-Nya.

    Membina umat dengan keimanan, mengajak mereka  dalam ketakwaan.

    Tuan, engkau tak hiraukan lelah tubuhmu, tak jua pedulikan penat fikirmu. Hanya melayani umat yang ada di benakmu ketika panggilan dakwah datang menyerumu.

    Tuan, sebelum jatuh ambruk fisikmu, sebelum kaki tangan dan akalmu tak lagi dapat membantu, engkau tetap bergerak penuhi dahaga umat akan ilmu.

    Tuan, jenak-jenak waktumu tak ada luang apalagi leha-leha dan senang-senang. Kebaikan umat yang selalu kau fikirkan tak rela mereka terjerembab dalam kegelapan dan kesesatan.

    Tuan, kata-katamu penuh makna, amal-amalmu telah mendahuluinya. Jikalau suatu waktu hadirmu alpa umat bingung mencari kemana.

    Tuan, engkaulah pelita penerang semesta yang hadir di bumi gelap gulita. Cahayamu menyeruak sibak gulita tak pernah redup apalagi sirna.

    A ba ta tsa umat mengeja, mengikuti petunjukmu dari kitab mulia.

    A ba ta tsa umat mengeja, mengikuti gerakmu dari contoh utama.

    Tuan, selalulah hadir dalam tubuh ummat, selalu membimbing kedalam rahmat.
    Semoga engkau dan keluargamu selalu sehat, diberkahi, dan selamat dunia akhirat.

    SELAMAT HARI PAHLAWAN
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Poskan Komentar

    Item Reviewed: Pahlawan dalam Sajak : Ustadz Juru Dakwah dan Kiyai Kampung Rating: 5 Reviewed By: Redaksi
    Scroll to Top