• Latest News

    Sabtu, 30 April 2016

    Inspirasi Kartini, Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga PKS Kota Bengkulu Bertekad Kokohkan Peran Perempuan

    Sri Astuti, S.Pd.SD, Ketua BPKK DPD PKS Kota Bengkulu


    KOTA BENGKULU, PKSBengkulu - Sore itu langit sedikit berawan, sinar matahari disaput awan lembut yang mengurai mega, tampak burung-burung walet melintas di atas langit. Ditengah suasana demikian, Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPD PKS Kota Bengkulu, Sri Astuti, S.Pd.SD nampak sangat bersemangat memaparkan program bidangnya dan gagasan-gasan PKS dalam mengokohkan peran perempuan.

    Sore itu, redaksi PKSBengkulu beserta PKSTV Bengkulu berkunjung ke kantornya di Jalan Semeru nomor 55 Kelurahan Sawah Lebar Kota Bengkulu untuk melakukan wawancara dan liputan khusus masalah perempuan. Di ruang tamu redaksi diterima dan melakukan wawancara, kemudian sedikit mengambil gambar dan shoot pengambilan video PKSTV di halaman depan.

    Dalam wawancaranya, Mbak Ade, panggilan akrab Sri Astuti, menjelaskan berbagai hal tentang program BPKK yang akan digulirkan PKS khususnya bagi kaum ibu. "Prioritas program diantaranya ada program ketahanan keluarga, tarbiyah anak, dan RKI (Rumah Keluarga Indonesia)," tuturnya.

    Iapun menjelaskan bahwa RKI merupakan program unggulan yang digulirkan dari pusat hingga derah, dan khusus di Bengkulu, RKI sudah berjalan dari beberapa tahun yang lalu. Program yang ada dalam RKI diantaranya konseling keluarga, gizi, dan pendidikan. "Saat ini RKI akan dihidupkan kembali dan pelaksanaanya akan lebih dioptimalkan," terang ibu 3 anak ini.

    Menurut data yang dibeberkan Mbak Ade, RKI di Kota Bengkulu sudah mencapai 20 kelompok, programnya yang sudah berjalan berupa sekolah ibu. Hampir di setiap kecamatan sudah ada kelompok sekolah ibu dengan masing-masing kelompok anggotanya mencapai 150 orang. Di Kecamatan Ratu Agung, Ratu Samban, dan Muara Bangkahulu masing-masing ada 3 kelompok, di Kecamatan Sungai Serut, Kampung Melayu, dan Gading Cempaka masing-masing ada 1 kelompok, di Kecematan Selebar dan Singaran Pati masing-masing ada 2 kelompok, sedangkan di Kecamatan Teluk Segara masih dalam proses pembentukan kelompok RKI baru.

    Lebih lanjut, istri Tusman Hayadi, warga Merawan 20 Kelurahan Sawah Lebar ini mengungkapkan bahwa sejauh ini program-program sekolah ibu sangat diminati ibu-ibu. Pesertanya dari berbagai kalangan ibu-ibu dan simpatisan PKS. "Ini adalah salah satu bentuk khidmat PKS kepada perempuan Indonesia," katanya.

    iapun mengatakan sejauh ini program sekolah ibu berisi kegiatan belajar mengaji, taklim, pelatihan P3K, pengurusan jenazah, tatacara memasak dan membuat kue adalah program yang sangat digemari oleh ibu-ibu.

    Dalam kaitanya dengan momentum Hari Kartini, Mbak Ade yang sudah dikarunia 3 orang anak ini menjelaskan konsep islam dalam mendudukkan peran perempuan ditengah masyarakat. Ia berujar bahwa perempuan khususnya istri memiliki peran yang sangat signifikan dalam membentuk peradaban, peran istri bersinergi dengan suami merupakan suatu hal yang sangat penting agar terbentuk keluarga yang harmonis sebagai awal bersemainya kebaikan dalam membina bangsa.

    "Seorang istri harus punya visi sampai ke negeri akhirat, menjadi seorang ratu bidadari di syurga. Ia akan menjadi ratu bidadari tatkala bisa menjadikan keluarganya ke syurga dengan bersinergi bersama suaminya. Untuk menjadikan istri yang seperti ini perlu pemahaman dan ilmu, sehingga sangat penting pendidkan keluarga bagi kaum ibu," ujarnya.

    Iapun menjelaskan, Islam memiliki konsep yang seimbang dalam memposisikan laki-laki dan perempuan, tidak ada kesenjangan dalam memposisikan gender, amal perbuatan baik yang dilakukan oleh perempuan maupun laki-laki akan mendapatkan balasan pahala masing-masing, dan masing-masing pihak punya keutamaan amal masing-masing.

    "Kartini dikenal sebagai sosok perempuan yang menyukai ilmu pengetahuan, ia mengaji dan belajar tafsir Al-Qur'an, sedangkan pada waktu itu pendidikan bagi kaum wanita sangat minim dengan berbagai keterbatasan dan kekangan budaya. Kondisi masyarakat saat ini, khususnya ibu-ibu tidak ada lagi hambatan untuk mencari ilmu, tidak ada lagi alasan bagi ibu-ibu untuk tidak bisa belajar mengaji, guru-guru atau ustadz dan ustadzah banyak, jadi tidak ada alasan untuk tidak mengaji," terangnya ketika menjelaskan refleksi Kartini dan wanitia saat ini.

    Bagi wanita kelahiran 6 Desember 1974 ini, bila ada tindak kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga itu biasanya bermula dari kurangnya ilmu pengetahuan dari pihak suami dan istri. Kekerasan dalam rumah tangga pada umumnya karena faktor cemburu, ekonomi, dan kemiskinan. Jika suami dan istri berilmu dan menyadari kondisi keluarga serta posisinya dalam hidup berumah tangga, maka mereka akan pandai bersikap dan kekerasan dalam rumah tangga tidak akan terjadi.

    "Karena kita sedang bicara perempuan, maka KDRT itu pada awalnya disebabkan karena perempuan kurang memiliki ilmu, khususnya dalam membina rumah tangga, maka PKS membuat solusi berupa sekolah ibu untuk memberikan wawasan pendidikan keluarga bagi kaum ibu ini, dan insya Allah kami bertekad untuk mengokohkan peran perempuan salah satunya dari sisi ini," terangnya.

    Terkhusus untuk tokoh-tokoh perempuan di Bengkulu, ia berharap tokoh perempuan di parlemen maupun di eksekutif mampu bekerjasama dengan laki-laki agar tercipta keselarasan program pembangunan. Perempuan harus banyak dilibatkan dalam proses-proses pengambilan kebijakan sesuai wewenangnya.


    "Perempuan jangan dibiarkan kerja sendiri-sendiri, jangan mengambil kebijakan sendiri-sendiri, tokoh laki-laki dan perempuan harus bersinergi dalam mengambil kebijakan. Dan hal ini belum banyak dilakukan," tukas wanita yang memiliki hobi memasak dan jalan-jalan di pantai panjang ini tegas. (**)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Poskan Komentar

    Item Reviewed: Inspirasi Kartini, Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga PKS Kota Bengkulu Bertekad Kokohkan Peran Perempuan Rating: 5 Reviewed By: Redaksi
    Scroll to Top