• Latest News

    Selasa, 19 April 2016

    Geliat Dakwah di Ranting Talo

    Tunjukkan Piagam : Pak Awaludin saat berfoto bersama ketua DPD PKS Seluma memegang kertas piagam.

    Sebut saja namanya Awaludin. Pria asli Talo, warga Desa Serambi Gunung tepatnya. Usianya menjelang 50 tahun, satu-dua rambutnya sudah berwarna putih. Penampilannya sangat sederhana. Setelan celana dasar warna krem dan kemeja lengan pendek bergaris lurus warna gelap. Rambutnya pendek disisir rapi, wajahnya memancarkan kebijakan dengan senyum tipis yang menghiasinya.

    Ia sedikit tersenyum menatap kamera saat berdiri bersebelahan dengan Ketua DPD PKS Seluma sambil menunjukkan piagam yang baru saja diterimanya. Bersama 24 rekannya yang lain, ia mendapatkan piagam dari PKS. Kontributor bengkulu.pks.id mendapatkan penuturan kisahnya yang unik.

    Pada hari itu, Minggu (10/4/2016), ia telah bersiap sejak pagi, kakinya tampak mantap melangkah menuju tempat acara Training Orientasi Partai (TOP) PKS. Ia telah membulatkan tekad dan memantapkan hati untuk bergabung bersama PKS.

    Sehari-hari Pak Awal, demikian ia biasa disapa, beraktivitas di pasar Talo. Ia adalah salah seorang pedagang di pasar itu.

    Selain berdagang iapun rupanya salah satu anggota pengurus masjid di desanya. Ilmu agama yang didapatkan dari datuk dan orang-orang tua di dusunnya masih terpatri dalam hati dan fikirannya. Dan bekal ilmu agama itulah yang menjadikannya taat pergi ke masjid serta mengantarkannya berfikir untuk bergabung dengan PKS.

    Suatu hari, salah seorang kawan bertandang ke rumahnya. Setelah berselang beberapa lama berbincang-bincang tentang berbagai hal, kawanya ini mengajak Pak Awal untuk ikut menjadi saksi di TPS, bertindak sebagai saksi dari partai PKS.

    Awalnya ia berfikir sederhana. Jadi saksi di TPS hanya sehari dan mendapatkan uang lelah sebesar upah kerja harian seperti biasa orang bekerja. "Tugasnya duduk, perhatikan dan catat, ah bukan kerja yang susah," ia membatin.

    Iapun akhirnya menerima tawaran itu dan resmi menjadi saksi PKS. Namun, inilah titik awal yang membuat fikirannya terbuka.

    Memang benar ia hanya menjadi saksi di TPS hanya sehari, tapi interaksinya dengan orang-orang PKS tak hanya sehari itu. Sebelum hari pencoblosan dan setelah hari pencoblosan ia masih berinteraksi dengan kader-kader PKS.

    Satu hal yang membuat hatinya tersentuh. Dalam kondisi sesibuk apapun orang-orang PKS tetap mendirikan sholat, bahkan selalu berjamaah.

    Saat hari-H penghitungan suara di TPS tempat Pak Harun bertugas tengah berlangsung, adzan ashar terdengar berkumandang, tiba-tiba salah seorang kader PKS yang kebetulan ada di TPS itu menyentuh bahunya dan berkata,  "pak, kita sholatnya ship-shipan. Gantian setelah saya nanti Bapak, saya pergi dulu kemasjid," kata kader PKS itu. Pak Awal sejenak tepaku dan mengiyakannya, penghitunganpun terus berjalan.

    Tak seberapa lama, kader PKS tadi datang dan sementara menggantikan tugasnya. Pak Awal pergi ke masjid untuk menunaikan sholat. Sesampainya di masjid ia agak heran ternyata ada beberapa kader PKS dan saksi dari PKS di TPS yang lain baru datang juga di masjid itu. "Mereka juga sama ship-shipan seperti saya nampaknya," fikirnya.

    Setelah sholat berjamaah bersama mereka, Pak Awal sedikit termenung. "Ini orang-orang tetap menjaga sholat, dan juga bekerja dengan baik, mereka orang-orang baik," demikian kesimpulan di hatinya.

    Kesan awal yang masuk kedalam hatinya inilah yang selanjutnya menjadikan Pak Awal memperhatikan PKS dan orang-orangnya. Berjibab lebar bagi wanitanya, pengisi pengajian atau khotib bagi laki-lakinya. Meski tidak semua kader PKS seperti itu, tapi mayoritas orang-orang PKS adalah orang-orang baik menurut tanggapan Pak Awal.

    Perhatian dan kesannya atas PKS yang telah beberapa lama ia perhatikan inilah yang menghantarkanya pada hari itu (10/4) duduk bersama 24 orang lainnya mendengarkan paparan materi tentang partai dakwah bernama PKS ini. Dan akhirnya ia berdiri berdampingan dengan Ketua DPD PKS Seluma, Rudi Rusdianto memegang piagam dari PKS itu. Hatinya tenang, pilihannya mantap bergabung bersama PKS.

    Dakwah itu telah bersemi, berdiri di Ranting Talo. (**)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Geliat Dakwah di Ranting Talo Rating: 5 Reviewed By: Redaksi
    Scroll to Top