-

-
  • Latest News

    Minggu, 26 April 2015

    Permusuhan dan Pertempuran Yang Aktif dan Pasif


    Oleh : Ammu Ayash Akif (Kader PKS Kota Bengkulu)

    Ikhwah fillah rohimakumullah,
    Kita sebagai seorang muslim seyogyanya menyadari bahwa diri kita adalah juga manusia anak keturunan adam. Sebagai anak keturunan Adam tentunya kita juga perlu mengingat bahwa Adam awal mula diciptakan oleh Allah SWT kurang mendapat dukungan dan bahkan mendapat permusuhan.

    Ketidaksetujuan para malaikat tentang rencana penciptaan Adam merupakan peristiwa awal menjelang diciptakannya Adam yang kurang mendapat dukungan. Namun Allah SWT Yang Maha Mengetahui dan Maha Mengatur telah menetapkan bahwa penciptaan Adam sebagai khalifah dimuka bumi menjadi bagian dari Ilmu-Nya yang tidak diketahui oleh para malaikat. Maka diciptakanlah Adam.

    Hal ini bisa kita lihat dari tutur kisah yang Allah firmankan dalam Al-Qur'an Surat AlBaqoroh ayat 30 :

    "Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi."Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS. Al Baqoroh : 30)

    Itu peristiwa pertama menjelang menjelang diciptakannya Adam. Kemudian peristiwa selanjutnya adalah pembuktian Allah SWt kepada para malaikat tentang kelebihan Adam melalui Ilmu yang diberikan kepada Adam.


    "Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!" Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini." Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?" (QS. Al-BAqoroh :31-33)

    Peristiwa selanjutnya setelah Adam diciptakan dan pembuktian kelebihannya adalah sebuah kejadian dimana penolakan Iblis atas perintah Allah untuk bersujud kepada Adam. Iblis tidak mau menjalankan perintah Allah untuk sujud kepada Adam lantaran alasan bahwa penciptaan dirinya lebih baik dari pada Adam. Iblis mengatakan saya lebih baik dari dirinya (adam), saya diciptakan
    dari Api sedangkan Adam diciptakan dari tanah. Kemudian terjadilah permusuhan diantara keduanya, yakni Iblis dengan Adam sampai Adam dikeluarkan dari surga dan akhirnya menjadi penghuni bumi. Peristiwa ini dengan jelas bisa kita baca dalam Al-Qur'an surat Al A'raf : 11 - 25.

    Peristiwa pertama, yaitu kurang setujunya malaikat atas rencana penciptaan Adam dikarenakan kekhawatiran mereka bahwa anak keturunan Adam akan menjadi perusak dimuka bumi, dan ketidak tahuan mereka akan rahasia Allah SWT. Sedangkan peristiwa yang kedua, yakni penolakan iblis kepada perintah Allah untuk bersujud kepada Adam, lebih dikarenakan sifat sombong Iblis.

    Pada peristiwa yang pertama, yakni kurang setujunya malaikat terhadap penciptaan Adam, tidak menimbulkan apa-apa, bahkan memunculkan rasa takjubnya malaikat kepada Adam atas ilmu yang Allah anugrahkan, namun pada peristiwa yang kedua, yakni ponolakan Iblis untuk sujud kepada Adam, menimbulkan permusuhan diantara keduanya.

    Bahkan Iblis berhasil menjerumuskan Adam sehingga melanggar perintah Allah dan dikeluarkan dari dalam syurga. Ini adalah bentuk perang dan permusuhan antara Iblis dan Adam yang terjadi pertama sekali, dan pertempuran diawal itu secara tehnis dimenangkan oleh Iblis, yakni terjerumusnya Adam kedalam dosa dan dikeluarkan dari dalam syurga.

    Kalau kita melihat sifat dari bertempuran awal ini, maka kita ketahui bahwa Adam bersifat pasif dan iblis bersifat aktif. Sifat aktif iblis ini berawal dari kebenciannya terhadap Adam. Adamlah yang dianggap menjadi penyebab Iblis menjadi terlaknat dan diharamkan masuk syurga, bahkan telah ditetapkan tempatnya di neraka.

    Sekali lagi perlu diingat bahwa, dalam pertempuran ini, iblis bersifat aktif, ovensi menyerang dengan melakukan tipudaya kepada Adam dan Hawa. Sedangkan Adam bersifat pasif. Dan permusuhan ini terus berlanjut sampai hari kiamat yang terus dilancarkan oleh Iblis kepada anak keturuna Adam. Iblis menggunakan segala upaya dan mengerahkan syetan-syetan dari golongan jin dan manusia yang bisa dipengaruhinya untuk terus melumpuhkan anak adam yang beriman kepada Allah SWT.

    Dan hal ini dipertegas oleh Allah SWT dengan mengingatkan secara jelas bahwa Syetan adalah musuh yang nyata bagi anak keturunan adam, dan mereka yang dari golongan jin tidaklah dapat dilihat, dan dari golongan manusia yang menjadi pengikut iblis.

    Sehingga pada posisi ini ikhwah sekalian, kita mengetahui bahwa kita mempunyai musuh, yakni Iblis dan para pengikutnya, musuhnya Adam saat mulai dari awal ia diciptakan. Kemudian kita juga mengetahui bahwa sifat pertempuran ini bagi kita adalah pasif, sedangkan posisi iblis adalah aktif, dan dalam periode waktunya sepanjang hidup hingga hari kiamat.

    Iblis dalam posisi selalu siap menyerang dan mencari celah-celah untuk mampu menyerang dan melumpuhkan kita. Kita dapat melihat dari penjelasan tafsir Surat An-Nas dimana digambarkan syetan dari golongan jin mencari-cari celah untuk membisiki hati kita dengan rasa was-was dan perasaan-perasaan negatif ketika kita lupa berdzikir dan berlindung kepada Allah SWT.

    Namun demikian, meskipun kita kita dalam posisi pasif, namun kita diberikan bekal oleh Allah SWT berupa penjagaan dan perlindungan dari godaan syetan. oleh karenanya kita diharuskan oleh Allah SWT untuk selalu berlindung dan memohon perlindungan kepada Allah SWT dengan berdzikir kepada-Nya dan membaca do'a - doa perlindungan. Itulah yang bisa kita lakukan.

    Kita secara teknis tidak bisa menyerang balik atau mencari - cari celah untuk menyerang musuh kita syetan. kita hanya bisa menyerangnya ketika dia menyerang kita yakni dengan memohon perlindungan kepada Allah SWT.

    Dari sifat pasifnya kita dalam pertempuran ini, dan petolongan Allah SWT berupa perlindungan-Nya, kita dapati hikmah bahwa kita benar-benar diharuskan oleh Allah SWT untuk hanya bergantung kepada-Nya. Karena tiada tempat memohon perlindungan dari perlawanan syetan ini kecuali hanya dari Allah SWT. Kehambaan kita kepada Allah SWT dalam hal ini dituntut secara sempurna.

    Dan inilah ikhwah sekalian, inti dari kehendak Allah SWT kepada kita yakni mentauhidkan-Nya. Kita tidak aka mampu melawan syetan yang bertindak aktif menyerang kita itu tanpa pertolongan Allah SWt.

    Maka benarlah kemudian kalau Rasul kita Muhammad SAW, mencontohkan kita untuk selalu berdzikir dalam setiap keadaan, membaca basmallah dan berdoa kepada Allah SWT ketika hendak melakukan suatu hal.
    Semoga kita bisa terus membentengi diri kita dari serangan-serangan syetan yang terus menggempur kita, dengan ingat kepada Allah dan senatiasa berlindung kepada-Nya.

    Wallohua'lam bishowab.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Poskan Komentar

    Item Reviewed: Permusuhan dan Pertempuran Yang Aktif dan Pasif Rating: 5 Reviewed By: Redaksi
    Scroll to Top