• Latest News

    Senin, 19 Juni 2017

    Keutamaan Istigfar, Belajar Startegi Dakwah dari Nabi Nuh AS, Nabi Yunus AS dan Nabi Hud AS

    Ustad H. Ahmad Zarkasih, M.Si
    Assalamualaikum warrahamtulahi wabarrakatuh

    Ikhwah fillah yang dirahmati Allah tidak ada henti-hentinya kita memanjatkan puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT karena berkat Rahmat dan Taufiknya kita masih di berikan al.quwwah (kekuatan quwwaatull iman, quwwatull islam dan quwwatull ukhuwah (kita masih diberikan kekuatan keimanan, kekuatan keislaman dan kekukiatan persaudaraan diantara kita) persaudaraan kita insya Allah adalah persaudaraan yang dilandasin ikatan yang kuat, yaitu ikatan tauhid, lailahaillallah, persatuan, persaudaraan landasanya iman, ikatanya tauhid maka Insya Allah ikatan yang kekal

    Pertemuan kita pada sore hari ini adalah pertemuan kita pada besok hari, pekan depan, pada bulan depan dan Insya Allah akan dipertemukan kembali oleh Allah SWT yaitu ditempat orang-orang beriman yaitu surganya, Allahuma aamiin.

    Ikhwah fillah yang dirahmati Allah.
    Mari kita bershalawat kepada Rasulullah SAW dengan kita mengikuti syariat-syariatnya maka insya Allah tidak ada pertolongan selain pertolongan Allah SWT kita akan mendapatkan safaatnya Allhuma Aamiin...

    Alhmdulillah ikwahfillah kita sudah berada di 1/3 atau 10 malam terakhir dibulan Ramadhan bulan yang penuh berkah ini mudah-mudahan Rasulullah SAW pada 10 hari terkhir dibulan Ramadhan ini justru mengajak kita untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kita, semakin semangat melakukan amal ibadah kita, kaena kita ingin menggapai satu malam yang didalamnya ada 1000 kemulyaan lebih baik dari 1000 bulan

    Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu (Lailatul Qadar) lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar
    Q.S: Qadr 1-5


    Seribu bulan ± 83 tahun atau kebaikan yang tak terhingga, hal ini menunjukan berlimpah ruahnya kebaikan yang Allah SWT berikan kepada orang-orang yang mendapatkan “lailatul Qadr”

    Ikhwah fillah yang dirahmati Allah
    Pada hari ini saya ingin menyampaikan, bagaiman strategi dakwah para nabi. Para nabi ternyata, setelah kita pelajari apakah itu nabi Yunus, Nabi Nuh, atau Nabi Hud, dalam dakwahnya ia mengajak umatnya untuk beristigfar terlebih dahulu, memastikan seorang itu mendapatkan magfirah dari Allah SWT terlebih dahulu. Nabi Yunus As saat dimakan Ikan Paus rupanya ia ingin keluar dari masalahnya sendiri, dengan cara beristigfar kepada Allah SWT terlebih dahulu kemudian berdo’a

    LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZH ZHAALIMIIN
    Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya). Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah melainkan Allah kabulkan baginya.”
    (HR. Tirmidzi no. 3505. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

    begitu juga kepada nabi-nabi, dalam dakwahnya ternyata mengajak umatnya beristigfar terlebih dahulu. Dengan pendekatan istigfar ini dakwah ini akan lebih efefktif.
    Ikhwahfillah yang dirahmati Allah SWT
    Begitu pentingnya Maghfirah dari Allah SWT, karena keselamatan manusia bukan disebabkan amalnya, tetapi disebabkan karena dia telah mendapatkan Magfirah dari Allah SWT.
    begitu penting Maghfirah ini kemudian Allah perintahkan pun juga secara khusus, yaitu perintah “kata Segera”
     (ayat tetang magfirrlah).
     
    Jadi kalau ada perintah yang sifat perintahnya “segera”, menunjukan kepada kita bahwa isi surat itu sangat penting yang harus segera dibaca atau harus segera dilaksanakan “bersegeralah/bergegaslah”
    Ikhwafillah yang dirahmati Allah SWT
    Ada beberapa keutamaan istigfar ini, anatara lain;
    1.      Istigfar ini dalam rangka dibebaskan dari Dosa Karena memang Allah SWT memastikan dengan janji-janji-Nya yang beristigfar
     (ayat tentang Istigfar)

    “Sesungguhnya jika seorang mukmin melakukan dosa, maka tertorehlah noda hitam dihatinya. Apabila ia bertaubat dan berhenti dari dosa itu dan memohon ampun kepada Allah, maka hatinya mejadi bersih dari noda tersebut. Apabila dosanya bertambah, maka bertambah pula noda tersebut sampai menutupi hatinya.

    Itulah noda yang disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya :

    “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup (menjadi noda) hati mereka.” 
    (QS. al-Muthaffifiin: 14)

    [Diriwayatkan oleh Ahmad (II/298), at Tirmidzi (no.3334) dan beliau menyatakan bahwa hadits tersebut derajatnya hasan shahih, Ibnu Majah (no.4244), an Nasa-i dalam kitab al Kubra(no.11658), Ibnu Hibban (no.930), serta al Hakim (II/562) dan beliau menshahihkannya. Sementara itu, adz Dzahabi berkata: ‘Menurut syarat Muslim.’ Diriwayatkan juga oleh al Baihaqi dalam Sunan-nya


    2.      Menjadi penyebab turunya hujan. Hujan adalah berkah dari Allah SWT yang karena nya akan menyebabkan menyuburkan bumi dan tanaman dan perkebunan yang hasilnya dapat dimanfaatkan bagi kehidupan manusia. Bahkan seseorang banyak beristigfar maka akan dapat memperbanyak rezki, memperbanyak Harta bahkan memperbanyak keturunan, oleh karena itu keluarga yang belum dikarunia’i keturunan, banyak-banyak beristigfar. Insya Allah akan Allah anugrahi keturunan yang banyak.

    Allah SWT berfirman dalam Surat Nuh
    Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.
    (QS. Nuh: 10-12)


    dan ini merupakan strategi dakwah Nabi Nuh As, dan teryata sudah merupakan tabiat manusia itu metrelistik, maka strategi nabi Nuh. As dengan cara ekonomi, tetapi didahului dengan pendekatan Rohani yaitu beristigfar.
     
    Dan ini gambaran kesejahteraan akan Allah sediakan surga yang didalamnya terdapat banyak kebun-kebun, sungai-sungai.
    Rupanya didunia juga Allah SWT anugrahkan kebun-kebun dan sungai-sungai ini merupakan lambang kesejahteraan. Jadi rupanya seseorang sangat senang ketika diajak kepada urusan dunia, maka Nabi Nuh As juga memberikan Motivasi yang ada unsur duniawinya

    3.      Kemudian keutamaan beristigfar selanjut dimana Allah SWT akan memberikan kekuatan pada kita,
     
    Dalam surat hud

    " Dan (dia berkata): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa"
    Q.S Hud:52


    Manusia semakin bertambah usianya, semakin tua sehingga semakin lemah, walaupun kita semkain tua dan lemah, maka jangan sampai melemahnya Produktivitas amal dan ibadah.
    "Tetapi Allah jamin, barang siapa, banyak beristigfar kepada Allah SWT maka akan Allah berikan kekuatan tambahan. Sehingga kita masih bisa berproduktivitas amal, masih kuat berdakwah, beramal.

    4.      dengan beristigfar akan Allah berikan kemudahan-kemudahan menyelesaikan banyak urusan.
    Kita hidup tentu memiliki permasalahan
    "Barangsiapa yang membiasakan diri beristighfar, Allah akan mencarikan jalan keluar bagi kesulitannya, menjadikan kelapangan bagi kesempitannya, dan memberikannya rizki dari hal-hal yang tidak pernah dia duga sebelumnya." (al Hadits)
    Firman Allah:
    Allah hanya menghadirkan kemudahan bagi kamu, tidak menghendaki kesukaran bagi kamu…" (al Baqarah: 185)
    5.      Orang bertaqwa boleh banyak masalah, justru itulah yang membedakan antara orang bertaqwa dengan tidak bertaqwa, Orang bertaqwa cirinya salah satunya adalah ia adalah orangnya pemaaf, pemaaf adalah mekanisme yang bekerja secara sehat, dalam rangka untuk membersihkan dosa sesame manusia, sedangkan kaitan dosa dengan kepada Allah SWT, juga system bekerja.
    Orang bertaqwa boleh banyak masalah, justru itulah yang membedakan antara orang bertaqwa dengan tidak bertaqwa, Orang bertaqwa cirinya salah satunya adalah ia adalah orangnya pemaaf, pemaaf adalah mekanisme yang bekerja secara sehat, dalam rangka untuk membersihkan dosa sesame manusia, sedangkan kaitan dosa dengan kepada Allah SWT, juga system bekerja.
    Jadi orang-orang bertaqwa itu sehat dan memiliki kekebalan tubuh yang bekerja.

    6.      Istigfar akan diberikan kenikamatan berkesinambungan
    dengan istigfar itu dapat menjadi penyebab turunya rahmat dari Allah SWT, menjadi penyebab turunya rahmat dari Allah SWT
    Kata nabi Sholeh dalam dakwahnya mengajak juga umat untuk beristigfar kepada Allah SWT,
    Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

    Demikian keutamaan-keutamaan istigfar dang orang yang mendapatkan magfirah, ia akan ditutup kejelekan-kejelkan dihadapan manusia.

    Ikhwahfillah yang dirahmati Allah SWT
    Di 1o hari terakhir Ramdhan ini rasulullah mengajarkan kepada kita perbanyak do’a
    Rasulullah saw mengkhususkan do’a tertentu pada saat kita berharap Lailatul Qadar?
    Sudah jamak diketahui bahwa do’a khusus pada malam yang diharapkan sebagai Lailatul Qadar adalah:
     Dari ‘Aisyah, bahwasanya dia bertanya kepada Rasulullah saw, ia berkata:

    “Jika aku menepati Lailatul Qadar, apa yang aku ucapkan?”.
    Rasulullah saw bersabda:
    “Ucapkan: *Allahumma innaka ‘afuwwun, tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni
    (Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Dzat Pemberi ‘afwun, yang mencintai sifat ‘afwun, oleh karena itu, berikanlah ‘afwun itu kepada diriku)"*
    (Hadits shahih diriwayatkan oleh Ahmad [25384], At-Tirmidzi [3513] dan An-Nasa-iy dalam As-Sunan al-Kubro [10708, 10709, 10710].
    Kenapa do’a di atas yang perlu diperbanyak dan diulang-ulang?

    Perlu diketahui, “al-‘afwu” itu bisa berarti: Afwun fil abdan, ‘afwun fil adyan dan afwun min Ad-Dayyan


    1️. Afwul Abdan
    maksudnya adalah sembuhnya badan dari segala macam penyakit serta aman dan selamatnya dari berbagai bencana dan hal-hal yang tidak diinginkan.

    2️. Afwul Adyan
    maksudnya adalah taufiq Allah SWT yang diberikan kepadamu agar kamu dapat menjalankan segala kebaikan, ibadah dan amal-amal ukhrawi.

    3️. Afwun min Ad-Dayyan
    maksudnya adalah pemaafan dan pengampunan dari Allah SWT kepada dirimu, sebab, Allah SWT adalah Dzat yang Maha Pemaaf, Pengampun, Mulia dan Maha Pemberi segala kebaikan.

    4️. Secara bahasa, ‘afwun juga berarti tambahan dan banyak (melimpah), karenanya, dalam bahasa Arab dikatakan: afwul mal, maksudnya adalahh tambahan dan melimpahnya harta.

    Dalam Q.S. Al-Baqarah: 219 disebutkan: yas-alunaka madza yunfiqun?
    Qulil afwu, maksudnya adalah: infaqkan harta yang berlebih dari nafkah pokok mu.

    Dengan demikian, ‘al-‘afwu dalam do’a di atas, juga bisa dimaknai: semoga Allah SWT memberikan kepadamu apa yang kamu minta dan bahwa melebihi apa yang kamu minta

    Oleh karena itu, perbanyak ucapan:

    Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Dzat Pemberi ‘afwun, yang mencintai sifat ‘afwun, oleh karena itu, berikanlah ‘afwun itu kepada diriku

    Semoga Ramadhan Kali ini berkah buat kita semua
    Wahlaua’allam
    Wasalamu’alaikum Warrahmatulahi wabarrakatuh

    Ustd H. Ahmad Zarkasih, M.Si (Ketua MPW PKS Bengkulu)
    Safari Ramadahan 
     23 Ramadhan 1438 H /17 Juni 2017M
    Bengkulu Utara ( Arga Makmur)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Keutamaan Istigfar, Belajar Startegi Dakwah dari Nabi Nuh AS, Nabi Yunus AS dan Nabi Hud AS Rating: 5 Reviewed By: Humas PKS Bengkulu
    Scroll to Top