• Latest News

    Senin, 15 Agustus 2016

    Doa Sederhana yang Lebih dari Cukup



    Apa yang nampak sederhana itu sesungguhnya bukan hal yang sederhana, termasuk doa. Pengucapan dan pelaksanaannya seringkali kita anggap sepele. Padahal, doa-doa yang menurut kita sederhana itu, ternyata bahkan lebih dari cukup.

    Hikmah dan kebaikannya menembus langit mengalahkan materi-materi yang seringkali menjadi sumber tolak ukur kita, sehingga dalam beberapa cuplikan kejadian kita menyaksikan bahwa memberi kado ketika walimah, lahiran, wisuda maupun hari lahir menjadi lebih penting ketimbang doa-doa yang dipanjatkan.

    Meskipun demikian, hal ini juga tidak berarti ‘Ya sudahlah, cukup doa saja’ . Islam mengajarkan metode ini untuk menyampaikan hajat kita kepada Allah, baik bagi pribadi maupun bagi masyarakat.

    Berdoalah menyeru Rabbmu dengan tadharru’ (merendahkan diri) dan khufyah (memelankan suara). Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (Q.S. Al- A’raf: 55)
    Berdoa bukanlah hanya sebatas memberi tahu Allah hajat-hajat kita, sebab Dia Maha Tahu. Pemaknaan sesungguhnya mengenai doa adalah berbincang mesra dan mengadu kepada Allah. Sayyidina Umar ibn Al-Khatab pernah berkata, ‘Aku tak pernah mengkhawatirkan apakah doaku akan dikabulkan, yang aku khawatirkan adalah jika aku tidak berdoa’. Karena jika tidak berdoa, berarti kehilangan momen bercakap mesra dan mengadu pada Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

    Doa-doa yang kita panjatkan itu kita jalani dalam berbagai kesempatan berbeda. Dengan doa-doa yang berbeda pula tetapi satu rasa: memohon kebaikan kepada Allah untuk diri dan sesama kita. Kesadaran antara semangat untuk mendoakan dan semangat untuk didoakan harus dibangun bersamaan.

    Ini juga merupakan pembuktian iman kita kepada Allah. Sebab doa adalah senjata yang diberikan Allah untuk orang-orang beriman. Dan doa adalah ruh utama ibadah. Merasa bergantung kepada Allah merupakan keniscayaan bagi seorang mukmin.

    Jadi, bila kita membiasakan saling mendoakan untuk sesama dengan doa-doa yang tampak sederhana, itu artinya kita terus menerus menjaga keberadaan kita dalam iman. Itu semacam pengasahan. Yang menguatkan diri kita, bahwa dalam keadaan apapun kita merasa punya tali penghubung yang selalu tersampaiakan kepada Allah.

    Harapan adalah salah satu ciri dari orang-orang beriman. Sebab orang mukmin dilarang berputus asa. Itu artinya kita dilarang untuk berhenti berharap. Dan janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tidaklah berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang yang kafir.

    Tidak asa doa yang tidak berharga. Semua doa itu punya nilai. Itu seperti menghargai kebaikan yang tampak kecil, tapi kita dilarang  mengecilkannya. Imam Hasan Al Bashri mengingatkan, 'Wahai anak Adam, sesungguhnya esok kalian akan melihat apa amal yang telah kalian kerjakan. Maka janganlah kalian meremehkan kebaikan sedikitpun, meski itu kecil. Sebab kelak di hari akhir engkau akan senang melihat bagaimana kedudukan kebaikan itu.'

    Maha Suci Dzat yang menjadikan
    Berhina pada-Nya sebagai kemuliaan
    Berfaqir pada-Nya sebagai kekayaan
    Tunduk pada-Nya sebagai keluhuran
    Dan bersandar pada-Nya sebagai kecukupan

    #mariBersandarHarapPadaAllahSemata
    @ujungpena
    Rujukan: Tarbawi (Edisi 306- Dzulhijah 1434 H) & Lapis-Lapis Keberkahan (Salim. A. Fillah)

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Poskan Komentar

    Item Reviewed: Doa Sederhana yang Lebih dari Cukup Rating: 5 Reviewed By: Redaksi
    Scroll to Top