-

  • Latest News

    Senin, 15 Agustus 2016

    [PUISI] Ambang Batas


     Masthato'tum, bukan terserah antum
    Tetap tenang
    Pasang muka tenang, lalu lebam 
    Kusam, seram
    Temaram purnama malu mengintip
    Dikira perlu selotip
    Obat tutup luka hati

    Terbiasa pada dosa
    Terjerat dunia fana
    Tanpa sadar
    Terjebak rasa
    Menghamba pada setan durjana

    Ruku sujud hanya mematut tanpa rasa
    Doa tak pernah lagi bersuara
    Ibadah jauh dari nikmat

    Jiwa berontak batin berteriak
    Berulang jatuh lusuh
    Salahnya sama
    Astaghfirullah
    Memang manusia, tempat khilaf dan salah

    Lagi lagi dan lagi
    Lagi lagi dan lagi
    Lagi lagi dan lagi
    Entah berapa banyak lagi

    Yang hitam jadi kian pekat
    Gairah ibadah jadi melambat
    Cahaya tertutup maksiat
    Dikira masih kuat,
    Ternyata keping hati telah berkarat

     Neraka adalah seburuk buruknya tempat kembali,
    Na'udzubillah

    by:
    @ujungpena
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: [PUISI] Ambang Batas Rating: 5 Reviewed By: Redaksi
    Scroll to Top